| Petitum Permohonan |
DALAM POKOK PERKARA
Berdasarkan pada Argumentasi dan Fakta – Fakta Yuridis diatas, Pemohon, memohon kepada Yang Mulia Hakim Praperadilan Pengadilan Negeri Mojokerto yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut berkenan memutus perkara ini sebagai berikut :
- Menyatakan diterima dan Mengabulkan Permohonan Pemohon Praperadilan untuk seluruhnya;
- Menyatakan Penetapan Tersangka terhadap Pemohon adalah TIDAK SAH dan Tidak Memiliki Kekuatan Hukum Mengikat;
- Menyatakan Penyidikan yang dilakukan Termohon TIDAK SAH serta Menyatakan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) adalah TIDAK SAH selanjutnya Memerintahkan Termohon untuk segera Menghentikan Penyidikan (SP3);
- Menyatakan BATAL DEMI HUKUM terkait segala tindakan Termohon menetapkan Pemohon sebagai Tersangka, Penangkapan dan Penahanan dengan Dugaan Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 ayat (1) Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 oleh Kepolisian Resor Mojokerto Cq Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto adalah TIDAK SAH dan Tidak berdasarkan atas Hukum dan oleh karenanya Penetapan Tersangka, Penangkapan dan Penahanan Terhadap Pemohon tersebut Tidak Mempunyai Kekuatan Hukum Mengikat;
- Menyatakan Penangkapan terhadap Pemohon adalah TIDAK SAH serta segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh Termohon yang berkenaan dengan penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan atas diri Pemohon oleh Termohon;
- Memerintahkan Termohon untuk Membebaskan Pemohon dari segala bentuk Penahanan;
- Memulihkan Hak Pemohon dalam kemampuan, Kedudukan, dan Harkat serta Martabatnya.
- Menghukum Termohon untuk membayar kerugian Materil dan Inmateril sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah), karena Pemohon telah ditahan Terhitung Mulai Tanggal 15 Maret 2026 sampai detik ini ,sebagai Tulang Punggung Keluarga tidak dapat menafkahi anak anaknya dan juga tidak dapat merayakan perayaan Hari Raya Idul Fitri bersama kedua anaknya beserta keluarga;
DALAM HAL LAIN (SUBSIDAIR)
Apabila Yang Mulia Hakim berpendapat lain: Mohon Putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo Et Bono). |